Senin, 01 Desember 2025 |
13:25 wib: Humas PIK2 Berpartisipasi Aktif di Haul Syeikh Nawawi Tanara Al-Bantani ke-132 20:11 wib: Kawasan PIK 2 Terbuka untuk Kegiatan Keagamaan dan Sosial 11:29 wib: Ingin Hiburan Santai di Tepi Pantai, Kini Hadir Kadena Glamping Dive Resort Anyer Sebagai Destinasi 07:54 wib: Anggota Fraksi Gerindra DPRD Banten, Taufik Hidayat Apresiasi Program “PWN Eksplore Desa Kedesa” 15:16 wib: Bawaslu Apresiasi Bupati Serang Terbitkan SE tentang PSU Pilkada 2024 sebagai Hari Libur 18:44 wib: Bupati Tatu Ajak Kawal PSU Pilkada Kabupaten Serang dengan Riang Gembira 18:38 wib: Bupati Serang Lantik Ratusan CPNS dan PPPK Formasi 2024 10:02 wib: PLT Bapenda Banten: Pesan Gubernur, Penghapusan Denda Pajak Harus Bebas Pungli 10:43 wib: Sekda Tekankan ASN Pemkab Serang Efisiensi Anggaran Secara Cerdas 21:32 wib: Sosialisasi Pemungutan Suara Ulang KPU Kabupaten Serang. 19 April 2025

Sebuah pabrik tahu hancur, tergerus banjir

Publisher: Admin Web Dibaca: 6244 Pengunjung
Foto : sebuah pabrik tahu di desa Tanara hancur tergerus banjir , Sabtu (14/02/2015)

Bantenku.com SERANG - Hujan deras yang masih mengguyur di wilayah provinsi Banten mengakibatkan sungai Cidurian meluap dan menyebabkan dua desa di Kecamatan Tanara kabupaten Serang Banten hingga saat ini masih terendam oleh banjir. akibat banjir sebuah bangunan pabrik tahu hancur tergerus air banjir,sementara itu saat ini sejumalah warga sudah mulai mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Dua desa yakni desa Sukamaju dan desa Tanara yang juga merupakan wilayah perbatasan kabupaten Serang dan kabupaten Tangerang sampai saat ini di kedua lokasi tersebut ketinggian air yang merendam pemukiman padat penduduk bervariasi dari 70 hingga satu meter lebih.

Muaimanah salah seorang warga mengatakan Banjir tahun ini diakibatkan oleh meluapnya sungai Cidurian yang sudah tidak mampu menahan debit air. banjir kali ini juga di perparah dengan tidak adanya tanggul yang berada di sekitar sungai cidurian sehingga mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir.

Sementara menurut wati selain merendam rumah mereka banjir juga mengakibatkan hampir keseluruhan balita maupun anak-anak di desa mereka sudah mulai merasakan gatal-gatal di bagian tubuhnya akibat air sungai yang kotor.

Belum ada tanda-tanda air akan surut hampir seluruh warga di dua desa sudah mulai mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.(gus)

KOMENTAR DISQUS :

Top